oleh

Tahun Baruan ala Emak-emak di Komplek Asas Martapura, Makan-makan Disertai Sambal “Petir”

Martapura, woi.com – Malam pergantian tahun sering menjadi momen spesial bagi kalangan anak muda maupun dewasa. Ada yang merayakan dengan menyalakan kembang api, meniup terompet di pusat keramaian, atau merayakan di tempat-tempat wisata.

Namun berbeda dengan malam pergantian tahun 2025 – 2026 yang dilakukan emak-emak di salah satu lingkungan komplek Kota Martapura. Tepatnya di Komplek Pondok Asas Martapura Desa Bincau Muara, Kecamatan Martapura Kota.

Malam tahun baruan dilakukan dengan sangat sederhana, sekedar untuk mempererat hubungan silaturrahmi antara warga. Emak-emak di lingkungan komplek tersebut sedari sore sudah mempersiapkan rencana acara makan-makan dengan menu yang sederhana pula. Cukup dengan lauk pauk ikan nila dan ikan mas, disertai sayur kangkung oseng.

Menariknya, emak-emak juga mempersiapkan sambal yang tidak kalah “menarik”. Sambal yang dibikin teramat pedas dan gurih, hingga membuat penikmatnya harus menahan wajah dengan merah.

Kaum bapak yang turut diundang dalam acara makan-makan di malam tahun baruan itu pun sempat dibuat “kaget”, setelah menikmati makanan dengan sambal yang mereka sebut dengan nama “Sambal Petir” itu terasa hingga ke telinga.

BERDOA- Sebelum makan-makan. berdoa dulu.
BERDOA- Sebelum makan-makan. berdoa dulu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 wita, emak-emak dan kalangan bapak sudah mulai berkumpul di salah satu titik yang mereka sebut posko komplek. Makanan sudah mulai tersaji, puluhan ekor ikan nila dan mas tersedia di dalam sebuah gadung kecil. Di tengah-tengah ruang posko sudah tampak sambal yang tersedia di tempat nampan cukup besar yang biasa mereka sebut dalam bahasa Banjar “panai”.

Acara sederhana itu pun dimulai dengan diawali pembacaan do’a selamat oleh salah satu ustad di komplek itu, Ustad Maulana. Emak-emak maupun kaum bapak mulai menyantap makanan dengan lahap, namun begitu mengoles ikan dengan sambal, beragam komentar bermunculan.

“Sambalnya raja main. Ini namanya sambal petir,” celetuk salah satu bapak. “Pedasnya sampai ke telinga,”sahut bapak lainnya menjawab.

Namun salah satu emak-emak, yang mempersiapkan makanan dan sambal biasa mereka sebut Ibu Henny menjawab,”Walaupun sambalnya pedas, tapi menyayati (membuat ketagihan) pak ai,” sahutnya yang disambut gelak tawa oleh emak-emak dan bapak-bapak lainnya.

Hanya dalam hitungan menit, “Sambal Petir” yang tersedia di panai itu pun ludes, yang tersisa hanya suara “sss…, ssss….,” datang bersahutan.(*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *