oleh

Kisah Ojek Online Wanita yang Mengharukan, Berpenghasilan Rp100 Ribu per Hari untuk Hidupi Dua Anak

MARTAPURA, woi.com – Kisah wanita pekerja keras asal Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura Kota yang menunjukkan semangat juang luar biasa dalam berbagai profesi. Dia adalah Dessy Meranti (32), seorang wanita pekerja Ojek Online, demi membiayai hidupnya dan biaya kedua sekolah anaknya, dia rela banting tulang melayani pengorder ojek online. Berikut kisah yang inspiratif ini dituturkan.

Ibu dari dua anak ini harus membanting tulang agar kebutuhan mereka terpenuhi. Tiga dari empat bersaudara ini memulai profesinya menjadi ojek online sejak tahun 2022

Dessy Meranti yang akrab disapa Dessy, setelah sang suami meninggal dunia sejak 2019, dia harus berbagi peran menjadi seorang ibu sekaligus ayah untuk kedua anaknya.

Sebelum menjadi ojek online Dessy Miranti bekerja sebagai pedagang pakaian di pasar malam, seputaran wilayah Banjarbaru.

Mengapa Dessy memilih pekerjaan sebagai ojek online, menurutnya, ojek online memiliki jam kerja yang fleksibel, itu memudahkannya untuk bisa antar jemput anak sekolah. Apalagi anak kedua yang dimilikinya memiliki satu penyakit, benjolan di leher yang disebut “cairan limpa.”

“Penyakit itu bisa kambuh kapan saja, kalau pas lagi kambuh, saya bisa tutup aplikasi kapan saja atau close order,” tambahnya.

Dessy bekerja mulai pukul 07.00 wita sampai 14.00 wita, dia tidak mengambil jam malam karena terlalu beresiko dengan orderan fiktif. Menjadi orang tua tunggal tidak membuatnya putus asa, tapi justru memacunya untuk lebih semangat untuk menghidupi kedua anaknya.

Dessy pun mempunyai keinginan kehidupan  yang lebih baik, agar kedua anaknya mampu menggapai cita-cita ucapnya.

Wanita ini lahir di Banjarmasin pada 13 Juni 1993, kini dia sudah berusia 32 tahun. Dia menikah pada tahun 2010, kemudian suaminya meninggal di tahun 2019. Dia dikaruniai dua anak, Keira Moeda Anzani (14 tahun) dan Naira Moeda Anzani (9 tahun).

“Alhamdulillah, dari hasil gojek ini, saya bisa mendapatkan penghasilan rata-rata 100.000 sehari,” katanya.

Dia tidak bisa mengharapkan siapa-siapa untuk menghidupi keluarganya, suami meninggal dan orangtuanya pun juga sudah meninggal.(nidya)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *