oleh

Hari ke 16 Tanggap Darurat Banjir, Dinsos Terus Siapkan Makanan 5.000 Bungkus per Hari  

BANJAR, woi.com – Memasuki hari ke 16 setelah ditetapkan Tanggap Darurat Bencana Banjir di wilayah Kabupaten Banjar, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial terus menyiapkan makanan banjar dengan membuka dapur umum. Ada 3 dapur umum yang telah disiapkan untuk melayani ribuan warga terdampak.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Dr. Erny Wahdini, S.Pd., M.Pd. menjelaskan, saat ini terdapat tiga titik utama dapur umum yang masih aktif, yakni dapur umurm di Martapura Timur, Martapura Barat dan Sungai Tabuk, Kamis (15/1/2026).

“Untuk dapur umum di Dinas Sosial ini melayani Martapura Timur dan Barat dan Sungai Tabuk. Dalam pelaksanaannya, para pengungsi mendapatkan makan dua kali sehari, sedangkan satu kali makan tambahan yang didukung MBG,” ucapnya.

Untuk proses memasaknya sendiri dikelola TAGANA dan juga sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang membantu secara bergiliran melalui sistem shift, terutama dalam proses pembungkusan makanan.

Menurut Erny, TAGANA memiliki keahlian khusus dalam menyusun menu serta memasak dalam jumlah besar secara cepat dan tepat.

“Mereka sudah terlatih memasak untuk ribuan orang, aktivitas memasak bahkan sudah dimulai sejak pukul tiga subuh agar makanan bisa segera didistribusikan,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan, satu dapur umum Kabupaten Banjar memerlukan kurang lebih sekitar 1 ton beras per hari untuk melayani kurang lebih 5.000 bungkus nasi.

“Kalau telur, per hari dalam satu dapur bisa mencapai 5.000, jika lauknya ikan, ya sekitar 5.000 potong untuk menunya disesuaikan, bisa sarden, telur, ayam, ikan peda, atau daging, tergantung ketersediaan,” tambah Erny.

Menu makanan disajikan bervariasi, meski tidak selalu berbeda setiap hari, menyesuaikan stok bahan pangan dan kondisi dapur umum.

Berdasarkan data terakhir, jumlah pengungsi banjir di Kabupaten Banjar tercatat sekitar 1.040 orang yang tersebar di 9 kecamatan.

Dinas Sosial juga distribusikan logistik ke bebarapa dapur umum yang ada di kecamatan-kecamatan disuplai baik itu beras, telur, sarden, mie instan, minyak goreng bahkan untuk gas elpiji.

Sebelumnya juga selain logistik persediaan dapur dan makanan Dinsos salurkan bantuan kepada warga terdampak banjir berupa kasur, selimut, tenda, pakaian bayi, balita dan anak-anak.

Dapur Umurm Dinas Sosial Kabupaten Banjar
Dapur Umurm Dinas Sosial Kabupaten Banjar

Terkait ketersediaan logistik hingga masa tanggap darurat yang ditetapkan sampai 18 Januari, Erny menyebutkan stok bantuan terus disesuaikan dengan jumlah pengungsi yang masih bertahan di pengungsian serta warga yang belum dapat kembali beraktivitas normal secara ekonomi.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait dengan pemerataan bantuan distribusi logistik yang sempat muncul di media sosial, Erny mengakui adanya aspirasi tersebut, ia menegaskan bahwa belum ada laporan resmi yang masuk langsung ke Dinas Sosial.

“Kami bersama tim Bupati dan SKPD terus melakukan penyisiran setiap hari ke wilayah terdampak dan alhamdulillah, keluhan mulai berkurang karena bantuan semakin menjangkau langsung masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi bantuan di awal salah satu faktor kendalanya disebabkan lambatnya data dari tingkat desa, mengingat kondisi darurat yang membuat aparat desa lebih fokus pada penyelamatan warga.

Selain itu, proses verifikasi lapangan BPBD dan tim terkait juga memerlukan waktu agar bantuan tepat sasaran.

Selanjutnya terkait data dengan para warga yang terdampak banjir maupun di tempat pengungsian sampai sekarang dipastikan tidak ada korban yang sampai meninggal ataupun dengan lansia, namun keluhan sakit dan semacamnya dari tim kesehatan Dinkes selalu siap siaga dalam penanganan dan pengobatan.

“Kami beri perhatian khusus memang untuk balita, ibu hamil, dan lansia dan alhamdulilah tidak ada kasus korban meninggal dunia maupun ibu melahirkan semua kita beri perhatian dan pelayanan yang cukup,” tegasnya

Erny berharap bencana banjir serupa tidak kembali terulang di Kabupaten Banjar, Ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian dan evaluasi infrastruktur pengendali banjir, seperti waduk Riam Kiwa, serta penguatan sinergi data dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Dengan data yang cepat dan akurat, penyaluran bantuan di masa darurat dapat dilakukan lebih tepat waktu dan merata,” pungkasnya.

Data terakhir per tanggal 14 Januari 2026 terdapat 9 kecamatan yang terdampak banjir terdiri dari 100 desa/kelurahan, sebanyak 41.830 KK terdampak dengan 120.13 jiwa dan rumah terendam 5.878.(saukan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *