Banjar,woi.com – “Duuh, gimana nih. Air banjir tidak surut-surut, rumah terendam, harus ngungsi, usaha pun jadi susah.” Demikian curhat ibu-ibu di salah satu komplek perumahan di pinggiran Kota Martapura, Kalsel yang terdampak banjir hampir satu bulan terakhir ini.
Kesulitan serupa juga dialami ibu-ibu yang tinggal di lingkungan terdampak banjir lainnya. Sebagian besar dari mereka curhat soal banjir yang tak kunjung surut, berbagai aktifitas sementara ini menjadi sulit. Membeli sayur yang terbiasa di depan rumah, saat ini harus pergi ke luar kampung. Ada yang harus membeli ke pasar, namun adapula yang menanti paman sayur yang berkeliling naik sepeda motor di luar komplek.
“Terpaksa beli sayurnya harus ke luar pak, tidak bisa menunggu di depan rumah. Karena paman sayur tidak bisa masuk ke komplek ini, kalau masuk otomatis sepeda motor paman sayurnya bakal terendam banjir,” celetuk salah satu penduduk komplek bernama Humaira.
Meski demikian, sebagian penduduk yang kebanjiran, menikmati banjir bak tempat rekreasi. Terutama bagi wanita-wanita yang memiliki anak balita. Mereka tidak perlu jauh-jauh untuk membawa anak mereka berenang, cukup di depan rumah.
“Lumayan…, anak-anak tidak perlu pergi ke kolam renang. Cukup berenang di depan rumah, tinggal membelikan pelampung bebek. Mereka bisa bermain sepuasnya, tinggal menjaga supaya tidak hanyur dibawa air,” ungkap ibu-ibu lainnya.
Sementara itu, curhatan beragam dari emak-emak, rupanya juga dirasakan para suami yang terbiasa melakukan aktifitas sehari-hari. “Waduh.., susah juga banjir seperti ini, banjir tidak surut-surut, angkutan pun jadi sepi, pusing juga sih,” ucap seorang sopir truk yang biasa hilir mudik menerima order material.
Hal serupa juga dialami pengangkut sampah, yang biasa berkeliling komplek. “Kayapa ini pak, air tidak kunjung surut. Susah juga ngangkut sampah, nggak bisa keliling kita,” ucap pengangkut sampah, Johansyah.(womanofindonesian.com)


Komentar